Sunday, July 8, 2018

LOVEBIRD JOSAN, DINAIKAN KOMUNITAS DI HANCURKAN OLEH OKNUM BAKULAN


Redaksikicau.com,- Lovebird ? siapa yang tidak kenal burung yang satu ini, burung yang lucu dan menggemaskan ini mulai ramai sejak para komunitas lovebird membangun jaringan untuk memperkenalkan burung satu ini pada kicaumania di Indonesia, lovebird disambut antusias oleh para kicaumania karena burung yang satu ini sangat mudah untuk dipelihara dan budget untuk memeliharanya tidak terlalu sulit dan murah, hanya biji milet dan sayuran.

Pada tahun 2013 lovebird yang saat itu sebenarnya masih jarang penghobinya dan masih banyak kicaumania yang tidak mengetahui burung ini, pada saat itu lovebird masih memiliki harga jual yang bagus, dengan harga anakan 350 – 1 jt per ekor untuk jenis josan fichery dan dakocan galur murni, pada saat itu ukuran lovebird memiliki perawakan yang besar, peternak di Indonesia pun masih terbilang sedikit karena minimnya informasi tentang budidaya burung ini.





Pada 2014 juga tidak ada perubahan pada harganya, bahkan lutino mata merah pada saat itu masih berkisar 2 jt per ekor (harga kios kemungkinan lebih tinggi) namun sudah mulai banyak penghobinya, lanjut pada 2015 dimana lovebird mulai goyang akibat banyaknya jumlah lovebird yang beredar dipasar, harga turun ke angka terbawah 150 ribu rupiah,


            2016, akhirnya lovebird mulai bisa naik sedikit demi sedikit akibat mulai ramai nya dibuka kelas lovebird balibu yang diharapkan akan menampung lovebird balibu dan dewasa di pasaran dan menaikan gairah hobi lovebird lagi, ditambah banyaknya komunitas FF (free flight) dan juga lovebird sebagai mainan bagi mereka, alhasil harga berhasil ditahan di angka 250-350 ribu.

Menyusul di tahun 2017 akibat dari mulai ramainya lovebird dan stok lovebird pada tahun sebelumnya telah masuk masa birahi sehingga tren sedikit bergeser keaarah “ternak” menyebabkan banyaknya peternak kecil dan juga peternak besar, bukan hanya itu persaingan harga juga mulai terjadi pada penjual,tengkulak, dan peternak kecil yang menyebabkan overload lovebird dipasar tidak lagi mampu di tampung oleh pasar, sehingga kompetisi harga bermain disini agar lovebird “cepat terjual”

2018, puncak dari kejayaan lovebird josan diuji kembali, seperti pribahasa, semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya, itulah kata yang tepat untuk lovebird “sayur” saat ini, disaat para komunitas yang memiliki kecintaan pada lovebird sibuk membantu menaikan harga dan menyebarkan virus hobi lovebird justru ada oknum yang merusak pasar dengan menurunkan harga jual lovebirdnya, dengan alih – alih yang penting untung dan ketika lovebird hancur mereka meninggalkan lovebird begitu saja tanpa bertanggung jawab, bahkan para peternak kecil yang tadinya bisa makan dari sana saat ini banyak yang gulung tikar.
Sobat redaksikicau.com menurut beberapa orang yang kami wawancarai penyebab turunnya harga juga dipengaruhi oleh salah satu kota di Indonesia yang menjual lovebird “partai” dengan harga sangat murah dikisaran 80-120 per ekor kepada penjual, alhasil inilah bom waktu yang mereka ciptakan dan akan dirasakan oleh semuanya.
FYI (untuk informasi anda) lovebird adalah penopang ekosistem burung hutan di Indonesia karena akibat tren LB menyebabkan peminat burung hutan menjadi sedikit dan pemelihara burung hutan beralih ke burng ternakan, hal ini juga berdampak pada pemikat sehingga mereka tidak menangkap terlalu banyak karena permintaan menurun, bila lovebird hancur dan menghilang maka nasib burung hutan akan punah dan mereka semua sudah tidak ada lagi dihutan melainkan di sangkar rumah manusia.
MARI SAVE LOVEBIRD !! TAHAN HARGANYA !! TOLAK HARGA MURAH !!

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: