Friday, February 23, 2018

Belajar Dari Kasus Lovebird Impor Flu burung : Orang Indonesia Harus Belajar Mencintai Produk Dalam Negeri

kasus lovebird impor yang ramai diperbincangkan akibat terkena flu burung menjadi pukulan berat bagi para importir namun menjadi angin segar bagi warga Indonesia, pasalnya barulah masyarakat sadar dengan produk burung di dalam negeri ternyata jauh lebih aman dibandingkan dengan hasil impor.


Lovebird yang di impor dari negara Cyprus akhirnya terdeksi flu burung dan segera di lakukan pemusnahan oleh petugas.

Jika kita melihat perbandingan memang lovebird impor lebih mumpuni dari segi bentuk badan yang lebih besar dibandingkan lokal dan juga genetiknya yang murni.


                                                  (gambar milik ANTARANEWS.COM)

berbeda dengan burung asal indonesia yang cenderung kecil dan memiliki genetik yang sudah banyak tidak murni, tapi jika membandingkan kesehatan lovebird lokal masih jauh lebih aman dibanding import, namun dari sinilah para peternak seharusnya mulai belajar untuk memperbaiki gizi burung agar kelak negara kita sendiri dapat impor ke luar negeri dan juga mampu bersaing denga lovebird import

Dilansir dari kantor berita POSKOTANEWS.COM Salah satu pencinta love bird, Suryanto menambahkan peternakan love bird di Indonesia sudah sangat mandiri dan dapat mencukupi kebutuhan penggemar di Tanah Air. “Jadi, pemerintah tidak perlu lagi memberikan izin untuk import love bird. Masyarakat harus dibiasakan dengan produk lokal yang mana kualitasnya tidak kalah dari import dan kondisi kesehatan lebih terjamin,” ujar peternak burung di Sunter, Tanjung Priok. (joko)
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: