Thursday, August 10, 2017

Penyebab telur lovebird mati dalam cangkang ini sering disempelekan !!

banyak sekali peternak pemula maupun senior yang pernah mengalami piyikan mati dalam telur, hal ini sebenarnya adalah masalah yangf sering sempelekan oleh para breeder.


Dalam dunia penetasan telur, baik itu telur unggas maupun telur burung, seringkali di temui sebuah kondisi di mana embrio tidak dapat memecah cangkang telur.
Ada embrio yang mati di dalam telur, ada juga embrio yang masih bertahan hidup di dalam cangkang telur walaupun cangkang telur tidak dapat di pecahkan oleh embrio tersebut.


Hasil gambar untuk telur lovebird mati dalam cangkang
gambar hanya ilustrasi

Permasalahan 

Embrio yang masih hidup dalam cangkang telur dengan kondisi telur tidak dapat dipecahkan, biasanya terjadi pada jenis unggas.
Pada penetasan burung, jarang sekali terjadi embrio masih hidup di dalam cangkang yang tidak terpecahkan, yang ada seringkali embrio mati.

Untuk memecahkan cangkang telur di butuhkan waktu kurang lebih 24 jam dari titik retakan awal, sampai pada titik retakan yang dapat memutus cangkang telur.
Dengan paruhnya, embrio yang berada dalam telur akan berputar membuat retakan demi retakan yang akan memecah cangkang telur tersebut.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab embrio tidak dapat memecah cangkang telur, dimana antara faktor satu dengan faktor yang lainnya saling berkaitan.
Faktor-faktor penyebab embrio tidak dapat memecah cangkang telur ini dapat di jadikan rujukan dalam melakukan evaluasi tingkat keberhasilan penetasan, sehingga kita dapat memantau grafik tingkat kesuksesan dalam penetasan.

Gambar terkait


Dengan mencatat proses penetasan dari waktu ke waktu, dan mengamati grafik penetasan tersebut secara teliti, kita akan lebih mudah mencari penyebab kegagalan dalam penetasan telur yang kita lakukan.

Berikut ini adalah penyebab embrio tidak dapat memecah cangkang telur secara sempurna:


1. Usia Indukan
Usia indukan ayam atau bebek penghasil telur tetas sangat berpengaruh pada hasil penetasan, semakin muda indukan, maka semakin besar kegagalan pada penetasan.
Usia indukan yang ideal adalah 7 bulan ke atas.
Indukan yang masih muda, belum memiliki alat reproduksi matang untuk menghasilkan telur tetas berkualitas.

Telur pertama yang di hasilkan dari ayam dara atau ayam yang baru pertama bertelur, juga cenderung tidak dapat menetas secara baik.
Kalaupun menetas, biasanya anak ayam yang di hasilkan memiliki pertumbuhan yang kurang bagus.

2. Indukan Tidak Sehat
Perhatikan sejarah kesehatan indukan ayam atau bebek pada peternakan anda, apakah pernah menderita penyakit seperti tetelo atau ND, berak kapur?
Kalau indukan pernah menderita penyakit tersebut kemudian dapat di sembuhkan, biasanya ketika menghasilkan telur tetas, bukan merupakan telur tetas yang berkualitas.

Embrio sering mengalami kegagalan dalam memecah cangkang telur secara sempurna. Karena embrio yang di hasilkan bukan embrio yang sehat, sehingga ketika tidak sanggup untuk memecahkan cangkang telur dari titik retakan awal sampai titik retakan terakhir.

3. Rendahnya Nutrisi Dalam Ransum
Kebutuhan nutrisi selain di perlukan untuk bertahan hidup, juga untuk memproduksi telur. Semakin rendah kandungan nutrisi dalam makanan, maka akan semakin rendah kualitas embrio yang terdapat di dalam telur.

4. tidak memberi tulang sotong maupun gizi dari sayuran dan biji bijian untuk menutrisi anakan.
hal ini membuat ankaan menjadi lemah karena kurannya asupan gizi.

Lakukan evaluasi kandungan nutrisi pada ransum. Apakah sudah memenuhi kebutuhan indukan penghasil telur atau masih jauh dari kebutuhan.
Apabila kandungan nutrisi dalam ransum masih rendah, tentu menjadi hal yang wajar, jika kemudian embrio tidak dapat memecah cangkang telur.

4. Lamanya Penyimpanan Telur Tetas.
Maksimal penyimpanan telur tetas adalah 7 hari sejak dari pertama telur keluar dari tubuh indukan ayam atau bebek.
Semakin lama penyimpanan telur, maka semakin besar juga tingkat kegagalan dalam penetasan.
Dari pengalaman wiraternak, ada beberapa telur dimana embrio tidak dapat memecahkan cangkang telur.

Jika mempunyai ruangan khusus dengan temperatur dan kelembaban  yang dapat di atur, telur dapat di simpan selama 14 hari.
Tapi hasilnya tetap lebih bagus yang di simpan selama 7 hari.

5. Kelembaban Dalam Mesin Tetas

Apabila:
induk betina penghasil telur adalah indukan yang sehat dan tidak mempunyai sejarah terserang penyakit
usia indukan sudah lebih dari 7 bulan dan telur yang di tetaskan adalah telur periode peneluran ke dua dan seterusnya
Nutrisi dalam ransum sudah sesuai kebutuhan indukan penghasil telur tetas
Penyimpanan telur tetas tidak melebihi 7 hari
Maka, kemungkinan terakhir adalah kurangnya kelembaban pada mesin tetas.
Semakin rendah kelembaban dalam mesin tetas, maka akan semakin keras cangkang telur yang di tetaskan.
Semakin keras cangkang telur, semakin kesulitan embrio di dalam telur tetas untuk memecahkan cangkang tersebut.

Rendahnya kelembaban dalam ruangan mesin tetas, juga menyebabkan embrio mengalami dehidrasi dan kekurangan cairan yang ada di dalam telur.

Keringnya cangkang telur ini sering menyebabkan embrio tidak dapat berputar 360 derajat untuk membuat titik-titik retakan yang akan memecahkan telur tersebut.
Bahkan Pada kelembaban yang sangat rendah, tubuh embrio menempel pada dinding cangkang telur bagian dalam.

Apabila kelembaban terlalu tinggi,  juga akan menyebabkan kegagalan dalam penetasan. Hal ini dapat kita lihat, dimana embrio di dalam telur, penuh dengan air yang menyebabkannya tenggelam dan mati.

Kelembaban ideal dalam ruangan mesin tetas adalah 65 higro. Untuk dapat memantau kelembaban ini, kita dapat menggunakan alat yang bernama hygrometer.

6. Telur terinfeksi bakteri atau virus

Ada beberapa hal yang membuat telur terinfeksi bakteri atau virus, antara lain:

Telur terkontaminasi virus atau bakteri dari tangan orang yang memegangnya. Hal ini bisa terjadi ketika Anda melakukan peneropongan telur (pasti memegang telur bukan?). Bisa juga ketika Anda melakukan pemutaran telur dengan tangan (jika Anda menggunakan mesin tetas non-otomatis). Karena itu, sebelum memegang telur, tangan dicuci dengan sabun antiseptik, atau menggunakan desinfektan yang bisa dibeli di apotek dan toko kimia .


artikel ini dikutip dari :
https://burungbahagia.blogspot.co.id/2015/08/penyebab-embrio-tidak-dapat-memecah.html

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: