Monday, August 14, 2017

Nawar Burung Murah, Pria ini Tewas Dikeroyok Warga.

dunia perkicauan dihebohkan dengan kejadian burung yang satu ini, untuk om - om yang biasa menawawar dengan hrga murah harap - hati - hati, dikutip dari tribunnews.com
Aksi main hakim sendiri berujung duka terjadi di Kampung Untoro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah.
Diduga hendak mencuri burung, Damiri (38) tewas akibat babak belur dikeroyok massa.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah saksi mata menyebutkan, kejadian berawal saat terjadi transaksi jual beli burung kacer.

Burung Kacer Rp 5 Juta Ditawar Rp 500 Ribu, Damiri Tewas Dikeroyok Massa

Kepala Kampung Untoro, Rohmad, menuturkan, ketika itu Damiri hendak membeli burung kacer milik Andi. Namun, tidak terjadi kesepakatan soal harga.
Andi membuka harga di angka Rp 5 juta. Sementara penawaran Damiri jauh lebih rendah, yakni hanya Rp 500 ribu.
Entah kenapa, lanjut Rohmad, Damiri malah berusaha membawa kabur burung kicau tersebut.
"Pelaku (Damiri), menurut keterangan saksi mata, membawa kabur burung milik Andi dengan menggunakan sepeda motor. Andi berteriak dan mengundang masyarakat yang ada di sekitar lokasi," terang Rohmad kepada awak media, Jumat (9/6).
Nahasnya, ban sepeda motor Damiri pecah. Tak pelak, massa langsung menangkap Damiri dan memukulinya hingga babak belur.
Aksi massa baru terhenti saat petugas Polsek Trimurjo tiba di lokasi.
Damiri kemudian dibawa ke mapolsek dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Demang Sepulau Raya (RSDDSR) untuk mendapatkan perawatan medis.

”Sejumlah barang bukti sudah kita amankan, seperti kandang burung dan sepeda motor milik Damiri,” ujar Akhirudin.
Tujuh Warga Ditangkap
Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah langsung bergerak cepat untuk menyelidiki kasus pencurian burung yang berujung tewasnya pelaku.
Hasilnya, tak sampai 24 jam pasca kejadian, petugas mengamankan tujuh warga yang diduga turut melakukan pengeroyokan.
Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Resky Maulana mengatakan, ketujuh warga ditangkap berdasarkan penuturan saksi-saksi di lokasi kejadian serta pengembangan perkara.
Tujuh warga yang diamankan adalah BR (58), SR (41), KS (47), NT (47), SG (32), GM (45), dan SS (40).
”Ada satu lagi yang masih dalam pemeriksaan intensif. Selain itu, kita amankan juga barang bukti berupa balok kayu, besi, dan cangkul," terang Resky.
Resky menerangkan, ketujuh warga itu akan dikenai pasal 170 ayat 2 dan ayat 3 tentang pengeroyokan. Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi tersebut.
Resky mengimbau masyarakat dapat menahan diri. Apalagi saat ini bulan Ramadan.
”Jangan melakukan aksi main hakim sendiri. Karena aksi kekerasan tidak bisa menyelesaikan masalah dan berpotensi menimbulkan masalah baru,” tuturnya. (sam)

jadi hati - hati ya om semua, tawarlah burung sewajarnya. salam redaksikicau.com

artikel ini dikutip dari  http://lampung.tribunnews.com/2017/06/10/burung-kacer-rp-5-juta-ditawar-rp-500-ribudamiri-tewas-dikeroyok-massa?page=3
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: