Thursday, August 10, 2017

Misteri Burung Kedasih, perut isi rambut dan silet sampai pembawa kematian

[ redaksikicau.com ] disini ada yang merupakan pecinta burung? Tentu kicau burung yang merdu memberikan sebuah perasaan yang cukup menenangkan untuk sobat bukan? Kicau-kicau kharismatik burung-burung tersebutlah yang kemudian membuat anda gemar memelihara dan membudi dayakan burung tersebut. Namun bagaimana bila kicau-kicau burung tersebut ternyata malah membuat bulu kuduk berdiri?. Bagaimana bila kicau burung tersebut dipercaya merupakan pertanda maut atau menyisakan kengerian? – Nah, banyak sekali mitos hewan di Indonesia, termasuk pada hewan aves atau burung. Salah satunya yang terkenal di masyarakat adalah mitos burung kedasih.



Burung Kedasih Mitos Hewan Pembawa Pesan Kematian dan Jelmaan Setan
Menurut pemburu hewan
diwawancarai oleh redaksikicau.com banyak dari para pemburu enggan untuk menembak burung ini. contohnya saja om sobirin yang sempat kami tanya mengenai pengalamannya menembak mati burung kedasih, 
saya penasaran dengan legenda orang - orang yang bilang ada rambu dan jarum atau silet di perut burung kedasih alhasil saya pun coba memburunya, setiap kena keker burung itu tiba - tiba hilang dengan cepat, namun saya berhasil menembaknya dan benar saja saat saya belek perutnya ada sebuah silet gilet dan 1 sisir rambut kecil di dalam perutnya, sayapun langsung menguburkan burung itu dan membaca bismillah. ujarnya

Mungkin secara sadar tidak sadar, sobat hantupedia pernah mendengar kicau burung misterius ini di sekitar anda. Biasanya kicaunya akan terdengar di kala senja, malam hingga pagi hari. Ada perasaan bergidik ketika kita mendengar cuitan burung ini. wik… wik.. wik… seperti itulah suara fenomenalnya yang menebar sangsi di telinga. Konon ada beberapa mitos yang beredar di masyarakat tentang burung kedasih ini.

Suara burung kedasih sebagai pembawa pesan kematian

Dari banyak cerita turun temurun dalam masyarakat. Burung kedasih atau yang oleh orang jawa disebut burung Emprit Ganthil atau Wiwik kelabu ini dipercaya sebagai hewan pembawa pesan kematian. Banyak cerita mistos hewan yang beredar di masyarakat. Salah satunya tentang burung ini yang menyatakan bahwa bila suatu daerah dilewati atau terdengar suara kicau burung ini. Maka di daerah tersebut akan ada orang yang meninggal dalam waktu dekat. Maka dari itu banyak masyarakat yang takut pada kehadiran burung ini di sekitar mereka. Bagi mereka yang kebetulan mendengar suara kicau burung inipun akan merasa ketakutan. Meski demikian, memang tidak jelas semenjak kapan mitos ini beredar di masyarakat.

Burung misterius yang dianggap jelmaan setan

Selain terkenal dengan kisah mitos hewan ini sebagai pembawa pesan kematian. Ternyata ada juga masyarakat di beberapa daerah yang mempercayai bahwa burung kedasih ini adalah jelmaan dari setan atau dedemit. Seperti yang telah kita ulas dalam artikel berjudul beberapa hewan yang dikaitkan dengan dunia gaib. Kita mengetahui bahwa banyak makhluk gaib yang menjelma menjadi hewan-hewan tertentu. Namun, beberapa orang berasumsi bahwa kepercayaan tentang makhluk ini dikatakan sebagai jelmaan setan atau dedemit sebenarnya adalah cerita buatan para orang tua. Cerita ini dibuat zaman dahulu agar anak-anak mereka tidak keluar di malam hari.
burung emprit ganthil atau kedasih yang kejam dengan mitos hewan nya yang seram

Kehidupan burung kedasih yang kejam dan kelam


Cerita klenik dan mitos hewan yang beredar tentang burung ini sepertinya memang dikaitkan oleh masyarakat pada kehidupan burung kedasih itu sendiri yang dikenal jahat dan kelam. Menurut beberapa pakar ornitologis (ahli alam yang memiliki spesialisasi dalam pengamatan tingkah laku burung) burung kedasih ini bisa dibilang sebagai burung yang “jahat” atau “tidak tahu diuntung”.
Pendapat ini tak lain dan tidak bukan dikemukakan oleh para ornitologis karena melihat insting hidup mereka yang cukup mengerikan. Ketika burung kedasih telah mencapai umur dewasa dan telah kawin. Burung kedasih baik itu jantan maupun betina tidak mau untuk merawat anak-anaknya. Induk burung kedasih tidak sudi mengerami telurnya sendiri maupun membuatkan sarang. Oleh karena alasan tersebut, burung ini acap kali “menitipkan” telur mereka ke sarang burung lain.

Pembunuhan keji oleh burung kedasih


Kekejaman burung kedasih ini tak berhenti sampai disitu saja. Selain menyusupkan telurnya ke dalam sarang burung lain. Induk burung kedasih tersebut akan menjatuhkan telur burung asli yang berada disitu agar induk burung tidak menyadari telurnya yang berada disana. Atau terkadang induk burung kedasih akan mematuk-matuk telur tersebut hingga pecah.
burung-kedasih mencoba menyingkirkan anak burung lain
Ada sih kasus dimana induk burung kedasih tidak melakukan hal-hal keji pada telur burung lain yang dititipinya itu. Namun, seperti kata pepatah. Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Anak burung kedasih yang telah menetas kemudian akan mendorong anak-anak burung yang ditumpanginya itu hingga mati jatuh ke tanah. Hal ini terus dilakukan hingga tersisa dirinya sendiri di sarang tersebut. Hal ini seolah telah menjadi “insting bertahan hidup” yang dimiliki olehnya. Tentu, induk tiri burung kedasih itu akan merawatnya dengan memberi makan kepadanya setiap hari hingga dewasa. Tanpa menyadari bahwa burung yang dia beri makan sebenarnya adalah tersangka yang telah membantai anak-anaknya. Mirip sinetron-sinetron ibu tiri ya?!
artikel ini telah diterbitkan di :
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: