Monday, June 5, 2017

Burung Kekep Babi si jago FF dan cara Perawatannya

Waktu pertama mendengar burung yang mempunyai nama Kekep Babi kenapa dikasih nama kekep babi ? mirip sama babi ? tentu tidak,
 Menurut wikipedia burung kekep babi adalah burung pemakan serangga kecil seperti kumbang, lebah laron dll, tempat hidupnya atau habitatnya berada di pesisir sawah, kebun, tegalan, hutan sekunder. tersebar sampai ketinggian 1.500 m dpl. Kekep babi (bahasa Latin: Artamus leucorynchus) adalah spesies burung dari keluarga Artamidae, dari genus Artamus.



Ciri burung Kekep
Burung ini berwarna abu-abu dan putih burung ini mempunyai ukuran tubuh 18 cm saat terbang sayap segitiga lebar, ekor persegi. Iris coklat, paruh abu-abu kebiruan, kaki abu-abu. Burung kekep babi senang bertengger di pohon kering, kabel, tiang. Burung kekep babi merupakan burung yang sangat lincah dan pantas disandingkan dengan kelincahan burung elang. Burung kekep babi terbang melingkar sambil berburu makanannya yaitu serangga kecil. Penyebaran burung ini ada di Filiphina, Indonesia, Australia dan Sunda Besar



Sarang burung kekep babi terbuat dari akar-akar, ranting atau daun tumbuhan yang ada disekitarnya dan biasanya burung ini bersarang pada pucuk pohon yang gundul. Menurut wikipedia burung ini bertelur ketika bulan agustus bertelur 2-3 butir.

Burung kekep babi merupakan burung yang mudah dijinakkan, burung kekep babi bukan termasuk burung kicau. burung ini dipelihara untuk dijadikan teman bermain. Untuk harga burung ini termasuk dalam kategori kelas menengah ke bawah.

Untuk menjadikan burung ini jinak seharusnya dipelihara mulai dari anakan, kenapa harus dari anakan?? Bukannya harus sih, intinya gini semua burung atau peliharaan itu akan mudah dilatih ketika dia masih anak-anak dan ketika dia besar dia sangat bisa hafal siapa majikannya, kalaupun ingin melatih dari usia yang sudah dewasa mungkin butuh waktu yang sedikit lama. Untuk membantu melatih burung kekep babi ini biasanya orang-orang menggunakan peluit.

Burung kekep babi atau white-breasted woodswallow (Artamus leucorynchus) merupakan salah satu anggota keluarga Artamidae. Postur tubuhnya sedang dan dikelompokkan sebagai jenis burung pemakan serangga, dengan habitat kawasan pesisir, sawah, tegalan, dan hutan sekunder hingga ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut (dpl).

Kekep babi banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Dalam tulisan sebelumnya disebutkan, lima dari sembilan ras burung kekep babi tersebar di wilayah Indonesia, terutama Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.



Suara burung kekep babi memang kurang menarik, lebih mirip suara burung sriti. Tetapi burung ini sangat digemari (terutama dalam beberapa bulan terakhir ini), karena memiliki kecerdasan yang hampir sama seperti parkit, elang, dan burung hantu.

Karena alasan itulah banyak orang mencarinya untuk dilatih melakukan berbagai atraksi. Bahkan, kekep babi yang sudah terlatih atau pintar bisa dihargai dengan harga yang lebih tinggi.

Burung kekep babi idealnya dilatih sejak masih anakan, atau minimal masih muda. Sebab jika sudah dewasa, apalagi hasil tangkapan hutan, sulit sekali melatihnya, bahkan sulit untuk menjinakkannya.

Jika masih anakan, burung mudah jinak dan mudah dilatih, tidak jauh berbeda dari burung jalak atau kutilang yang dirawat sejak lolohan. Gaya terbang kekep babi terlihat unik, mirip burung layang-layang atau burung pemangsa yang bisa terbang melayang di udara tanpa mengepakkan kedua sayapnya.

Cara melatih burung kekep babi

Burung kekep babi yang sudah dilatih terbang bebas (Youtube)
Burung kekep babi yang sudah dilatih terbang bebas (Foto: youtube)
Melatih anakan burung kekep babi lebih mudah dilakukan setelah dia bisa terbang sendiri. Sebelum melatihnya, si pemilik perlu menyiapkan peralatan seperti peluit dan pakan serangga yang akan menjadi hadiah jika burung bisa menjalankan perintah kita.



Pada tahap pertama, latihan dilakukan dalam jarak cukup pendek. Burung diletakkan di lantai dengan jarak sekitar 1 meter dari tangan. Setelah itu, sodorkan pakan serangganya sambil meniup peluit atau ucapkan namanya.

Setelah burung mendekat, pakan bisa langsung diberikan sambil kembali meniupkan peluit atau menyebut namanya. Lakukan hal ini selama beberapa kali sampai burung faham betul apa arti peluit atau panggilan namanya.

Pada latihan tahap berikutnya, jarak terbang dibuat agak jauh, misalnya sekitar 5 meter. Lakukan pelatihan yang sama seperti pada tahap pertama.

Kelak, jika burung sudah terlatih, maka jarak terbang pada latihan berikutnya bisa dibuat makin jauh, misalnya10 meter. Pada saat itulah Anda sudah tidak perlu menggunakan pakan sebagai pemancing, tetapi hanya menggunakan peluit atau cukup memanggil namanya.

Dengan melakukan pelatihan secara rutin, burung kekep babi akan semakin terlatih dan siap melakukan berbagai atraksi.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: