Friday, April 14, 2017

Diembunkan atau pengembunan .. adalah aktivitas perawat konin melakukan kegiatan pada pagi hari, antar pukul 05.00 - 06.00 waktu setempat, menggantang/mencantolkan kandang yang berisi burung konin pada area terbuka. Yang bertujuan agar konin merasakan hawa sejuk.
Idealnya saat konin sudah bangun, bukan saat konin belum bangun .. lalu jadi terbangun.
Diyakini oleh perawat2 burung pada masa lalu (pesan almarhum bapak saya).. bahwa dengan proses pengembunan akan melatih burung untuk berteriak (berbunyi) lantang, yang bertujuan untuk menunjukkan dominasi wilayah, memanggil-manggil kawanan atau untuk menarik perhatian lawan jenisnya. 

                                                        printerest.com

awal dari suatu hari ditentukan oleh waktu subuh atau fajar. Itulah saat matahari mulai terbit dari ufuk timur.

Begitu terlihat fajar mulai menyingsing, terlihat semburat kuning atau oranye, burung-burung di alam liar mulai riuh. Mereka, tak peduli apa spesiesnya, akan berkicau bersahut-sahutan. Kicauan burung di waktu subuh dikenal dengan sebutan dawn chorus.

Kenapa Burung Sering Berkicau Saat Subuh ?

Lalu, apa alasan burung sering berkicau dengan lantang di waktu subuh atau fajar ? Berikut beberapa alasannya :

Berkicau di waktu subuh, terutama pada burung penggicau yang memiliki sifat teritorial, dilakukan untuk menandakan keberadaannya. Selain itu, untuk memberitahu kepada burung lain bahwa ia masih  ada dan selamat melewati malam.Lalu, apa alasan burung sering berkicau dengan lantang di waktu subuh atau fajar ? Berikut beberapa alasannya :

Suara kicauan burung di waktu subuh makin menyolok selama musim kawin. Sebab pada waktu-waktu tersebut, burung-burung akan berlomba menunjukkan kebolehannya dalam berkicau, untuk menarik perhatian pasangannya. Burung yang lebih kuat dan lebih mampu mencari makan akan memiliki banyak waktu dan energi untuk berkicau.
Diperkirakan tingkat cahaya yang masih rendah saat subuh akan membatasi burung dalam mencari pakan. Karena itu, mereka memanfaatkan waktu untuk membuat nyanyian yang riuh guna menghindari binatang predator.
Subuh /  fajar adalah waktu yang tepat bagi spesies burung untuk berkicau, karena udara masih bersih, sehingga memungkinkan gelombang suara menyebar di udara dan bergema ke seluruh wilayah. Dengan demikian, suara kicauan untuk mengumandangkan daerah kekuasaan atau panggilan rayuan ini menjadi sangat efektif dilakukan pada waktu-waktu tersebut.


Manfaatnya Untuk Konin

Lebih spesifik kepada burung konin ...
Upaya pengembunan saya percayai sebagai upaya untuk melatih konin lebih bertenaga dalam mengeluarkan volumenya.
Disamping itu adalah untuk menjaga insting burung pada umumnya dan konin pada khususnya yang akan saling bersuara sekeras2 yang mereka mampu saat di pagi hari ...
Lalu berhubungan dengan masalah berahi ..
Banyak yang beranggapan bahwa pengembunan adalah salah satu upaya untuk mengurangi masalah berahi konin ...
Apakah cukup efektif upaya pengembunan ini untuk menurunkan berahi konin ...?
Dari beberapa konin yang secara teratur saya "embun"kan tersebut ..
saya mendapatkan sikon yang berbeda ...
Semakin rutin saya embunkan ..
Suara memang tambah ok ..
Variasi2 isian dapat terdengar dengan enak.
Kemauan tarung ada
(terlihat ingin narung, namun tidak menjamin berani narung secara sesungguhya).
Namun .....
Keinginan saya untuk burung2 yang sudah memenuhi standar (volume sudah lepas, niat tarung sudah ada) agar berahi terkontrol ....tidak tercapai ..
Bahkan sebaliknya.
Yang pada akhirnya kesimpulan saya adalah pengembunan ini sebenarnya lebih tepat apabila untuk burung2 yang sedang dalam proses pencarian "jati diri" nya ...
artinya untuk burung2 yang belum ketemu setingannya (baca = bukan untuk burung lomba).
Sedangkan untuk burung2 yang sudah masuk kriteria lomba, upaya pengembunan ini tidaklah tercapai tujuannya (menjaga kestabilan berahinya).
Jadi bagaimana baiknya .. ?
Pengembunan tetap mutlak untuk burung ..
agar burung tetap berlatih bersuara lepas ...
Namun jangan terlalu berharap dengan hanya pengembunan saja, berahi akan terkontrol ...

dikutip dari = pakar burung kolibri Cahyono dan omkicau.com
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: