Wednesday, December 7, 2016

kenapa belalang kerek jadi masteran lovebird ?


Belalang adalah sejenis serangga pemakan daun dengan nama latin Grasshopper yang hidup diantara tumbuh-tumbuhan, pohon  dan tanaman pertanian. Dikenal juga sebagai hama dan musuhnya para petani, karena kerakusannya dalam hal makanan yaitu memakan dedaunan yang ada dihadapannya.

Tetapi ada satu jenis belalang yang memiliki keunikan  dan bisa mengeluarkan suara seperti bunyi kreeek…kreeek…kreeek. Yaitu belalang kerek. Hal inilah yang menjadi perhatian para pencinta burung berkicau (Kicau mania) saat ini, untuk dijadikan  sebagai masteran atau guru bagi burung-burung berkicau miliknya. Kenapa demikian?

Karena, dengan bunyi uniknya serangga ini, apabila bisa ditirukan oleh burung tersebut, akan menjadikan nilai tambah yang positif bagi juri dalam ajang lomba.




Hasil gambar untuk belalang kerek





BELALANG KEREK
Disebut masteran terbaik, karena kualitas suaranya memang ciamik. Bahkan di Malaysia pun ada kontes belalang kerek, yang digelar rutin setiap pekan. Mereka juga menyebutnya belalang kerek, meski ada juga yang menamakannya sebagai belalang rusa. Kontes belalang juga rutin digelar di China, namun dengan spesies yang berbeda.

Menjelang petang hingga dinihari, belalang kerek aktif mengeluarkan suara dengan durasi lama, dan volume yang keras, bahkan bisa terdengar dalam radius 50 meter: “Creeeeet… creeeeet.. creeeeet…” .


Mungkin akan sangat sulit bagi kicau mania yang tinggal di perkotaan untuk mendapatkan serangga ini, karena harus mencarinya di perkebunan , lahan pertanian atau bisa jadi kehutan. Bahkan, kicaumania akan mengalami yang lebih sulit lagi, karena kelincahannya serangga ini tidak akan seorangpun dibiarkan untuk mendekatinya apalagi menangkapnya. Diperlukan strategi dan waktu khusus untuk menangkapnya.

Pak Ibrahim, pria berusia lebih dari 60 tahun dari Desa Cibeurem Bogor ini kerap dipangil Pak Belalang. Bukan karena postur tubuhnya mirip belalang beliau di panggil seperti itu, tapi karena kontribusinya beliau terhadap kicau mania sejak 18 tahun lalu, menyediakan belalang kerek untuk kebutuhan mastering Kicau Mania.

Berawal dari ajakan sahabat beliau yaitu Kho Atai yang juga pemain burung kala itu, untuk menjual belalang. Pada Awalnya sempat ragu, tapi desakan sahabatnya itu, menjadikan Pak Ibrahim sampai sekarang ini masih eksis berjualan Belalang di seputar Lomba Burug Berkicau.

Berawal membawa 100 ekor belalang dan dengan ragu-ragu menjajakannya di ajang lomba pada saat itu di Laguna, dengan harga Rp.2000; / ekor.  Dan ternyata antusias dari kicaumania sangat besar sekali.  Semua belalang yang dibawa pak Ibrahim ludes terjual semua. Sehingga beliau, bertekad terus menyediakan belalang sampai sekarang.

“Saya inget nih pada awalnya saya jualan, waktu itu masih 2000an/satu ekornya, saya  bawa 100 ekor habis buat master, akhirnya sampai sekarang udah 18 tahun, gini aja udah..jualan belalang terus! “

Bahkan beliau menambahkan, “Sebenarnya saya juga sempat ragu untuk berjualan serangga ini, dikarenakan setahu saya belalang adalah hama di kebon-kebon dan sawah, ternyata setelah di jelaskan sahabat saya itu barulah saya mengerti fungsi belalang ini untuk kicaumania, ya sampai sekarang lah belalang terkenal sebagai masteran burung berkicau”.

Untuk mendapatkan belalang yang akan dijualnya, tidak dibutuhkan modal yang besar hanya saja dibutuhkan pengorbanan dan keberanian yang tinggi. Dikarenakan semua belalang didapatnya dari alam dari hutan, dan dilakukan pada malam hari. Hanya dengan bantuan penerangan lampu seadanya.

“Kalau modal jualan Belalang Kerek ini mah mas tidak besar, tapi pendapatannya cukuplah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hanya saja pengorbanan dan keberanian yang diperlukan untuk menjalani usaha ini”, jawabnya saat ditanya modal menjalankan usahanya.

Beliau melanjutkan, “pengorbanan yang saya lakukan adalah harus keluar malam hari dimana orang lain pergi istirahat, saya pergi mencari belalang dengan menggunakan sepeda motor menyusuri malam menuju hutan kaki gunung Salak, dengan jarak  tempuh sekitar 20 km atau 40 menitan, setelah itu harus menyusuri semak, hutan dan bahkan suka diuji nyali harus bertemu binatang  malam dan mahluk lain penunggu daerah situ dibutuhkan keberanian penuh untuk menghadapinya, syukur-syukur kalau dapat banyak atau terkadang hanya dapat sedikit, tergantung cuaca juga“.

Dengan harga jual sekarang hanya Rp. 15,000/ekor terkadang tidak berbanding dengan perjuangan yang dilakukan olek pak Ibrahim, untuk mendapatkannya.

Belalang ini sendiri daya tahannya sekitar 3 -4 bulan selama pemberian makan seperti kacang panjang dan buncis terpenuhi, menurut beliau juga sangat cocok untuk memaster burung jenis Kacer, Lovebird, murai, Pentet dan burung-burung lainnya. Dan  “suara belalang ini sangat cocok buat masterin burung Kacer, Lovebird, Murai, dan Pentet masuk”, jelasnya dengan tegas.

“Kalau masih ada burung, bapak akan tetap jualan, tidak akan beralih profesi dengan yang lain” demikian Pak Ibrahim menjelaskan.  Apabila kicau mania memerlukannya bisa langsung datang ke event-event lomba jabodetabek kelas nasional. Akhir kata beliau menambahkan, “saya ucapkan terima kasih, kepada seluruh kicaumania yang telah percaya dan menjadi pelanggan saya selama ini“.

Dengan kehadiran Pak Ibrahim, yang seringkali dianggap remeh karena hanya sebatas jualan belalang saja, bisa membuka pandangan lebih kicaumania semua. Tanpa ada belalang yang di sediakan beliau mungkin saja, belalang tidak akan sepopuler sekarang ini. Dan menjadi materi penting didalam mastering burung untuk lomba.


Belalang dikenal sebagai salah satu jenis serangga yang dapat digunakan untuk memaster burung berkicau. Suaranya yang nyrecet sangat baik untuk menghasilkan efek tembakan pada burung berkicau tipe petarung (fighter) seperti murai batu, kacer, dan cendet. Salah satu jenis belalang yang konon dianggap terbaik untuk masteran adalah belalang kerek (Orthoptera tettigoniidae). Belalang kerek sering dijumpai di kawasan dataran tinggi seperti pegunungan, terutama di kaki gunung.






“Burung seperti pentet (cendet), murai, dan kacer mudah sekali menirukan suara belalang kerek jantan, yang akan mengerik sepanjang malam,” kata Ibrahim, pemburu belalang kerek di kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor.



Saya tidak tahu persis apakah belalang kerek sama dengan belalang kecek. Tetapi sebutan belalang kerek lazim digunakan di Malaysia dan sebagian wilayah Indonesia, terutama Bogor dan sekitarnya (mohon masukan dari pakar serangga).


Setiap malam, Ibrahim mencari belalang kerek di semak-semak tanaman di kaki Gunung Salak. Di musim kemarau, setiap hari biasanya dapat menangkap sekitar 50 ekor. Ketika tanah kering, belalang keluar dari sarangnya dan berlomba-lomba mengeluarkan suaranya. Hal ini memudahkan Ibrahim untuk mendeteksi keberadaannya, kemudian menangkapnya.

Namun pada musim hujan seperti sekarang, ketika kondisi tanah basah, belalang lebih sering bersembunyi di sarangnya. Kalau pun keluar dari sarang, mereka jarang sekali mengeluarkan suaranya, sehingga sulit dideteksi. “Kalau hujan, paling hanya bisa mendapatkan tujuh ekor,” kata Ibrahim.



Ibrahim punya cara sendiri untuk menjual belalang itu. Biasanya, setiap ada lomba, dia akan berjualan di sana. Seekor belalang kerek dibanderol dengan harga Rp 7.500 hingga Rp 10.000. Memang terasa mahal, tetapi harga itu sebanding dengan perjuangannya beratnya di kaki Gunung Salak.

Modal berburu memang bisa dikatakan murah, hanya mengandalkan dian (lampu suluh) dan bakul yang ada tutupnya. Tetapi risiko berhadapan dengan binatang berbisa seperti ular dan kalajengking, serta tertusuk duri tanaman bersemak, jarang dipikirkan orang lain. “Mencarinya kan harus malam, dingin sekali, dan harus pakai tangan,” kata Ibrahim.

Selain itu, tidak semua belalang kerek yang sudah ditangkapnya langsung laku. Jika belum laku, mau tidak mau Ibrahim harus menyediakan pakan seperti kacang panjang dan buncis, dan itu juga membutuhkan uang.

Jadi, bagi kicaumania yang memiliki belalang kerek di rumah, juga perlu menyediakan pakan berupa kacang panjang dan buncis. Pakan lain yang bisa diberikan antara lain pucuk nenas dan ketimun.

Setiap malam, belalang kerek harus ditempelkan di dekat sangkar burung yang mau dimaster, sampai burung bisa menghasilkan tembakan-tembakan seperti suara belalang tersebut. Biasanya, belalang kerek hanya mampu bertahan selama 3-4 bulan. Setelah itu mati.

Semoga bermanfaat.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: