Sunday, October 30, 2016

Belalang Kecek/kerek masteran burung Juara




Disebut masteran terbaik, karena kualitas suaranya memang ciamik. Bahkan di Malaysia pun ada kontes belalang kerek, yang digelar rutin setiap pekan. Mereka juga menyebutnya belalang kerek, meski ada juga yang menamakannya sebagai belalang rusa. Kontes belalang juga rutin digelar di China, namun dengan spesies yang berbeda.
Menjelang petang hingga dinihari, belalang kerek aktif mengeluarkan suara dengan durasi lama, dan volume yang keras, bahkan bisa terdengar dalam radius 50 meter: “Creeeeetcreeeeet.. creeeeet…” .
“Burung seperti pentet (cendet), murai, dan kacer mudah sekali menirukan suara belalang kerek jantan, yang akan mengerik sepanjang malam,” kata Ibrahim, pemburu belalang kerek di kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor.
Mau dengar suaranya? Silakan lihat tayangan video berikut ini:


Saya tidak tahu persis apakah belalang kerek sama dengan belalang kecek. Tetapi sebutan belalang kerek lazim digunakan di Malaysia dan sebagian wilayah Indonesia, terutama Bogor dan sekitarnya (mohon masukan dari pakar serangga).
Dengan suara belalang kerek:
  tahukah anda skrg harga nya mencapai 25 ribu rupiah


Untuk
 membandingkan dengan suara belalang lainnya, silakan klik link berikut ini;
  1. Belalang kecek.
  2. Belalang emas
  3. Belalang raja

Perjuangan Ibrahim di kaki Gunung Salak

Setiap malam, Ibrahim mencari belalang kerek di semak-semak tanaman di kaki Gunung Salak. Di musim kemarau, setiap hari biasanya dapat menangkap sekitar 50 ekor. Ketika tanah kering, belalang keluar dari sarangnya dan berlomba-lomba mengeluarkan suaranya. Hal ini memudahkan Ibrahim untuk mendeteksi keberadaannya, kemudian menangkapnya.
Namun pada musim hujan seperti sekarang, ketika kondisi tanah basah, belalang lebih sering bersembunyi di sarangnya. Kalau pun keluar dari sarang, mereka jarang sekali mengeluarkan suaranya, sehingga sulit dideteksi. “Kalau hujan, paling hanya bisa mendapatkan tujuh ekor,” kata Ibrahim.
Ibrahim punya cara sendiri untuk menjual belalang itu. Biasanya, setiap ada lomba, dia akan berjualan di sana. Seekor belalang kerek dibanderol dengan harga Rp 7.500 hingga Rp 10.000. Memang terasa mahal, tetapi harga itu sebanding dengan perjuangannya beratnya di kaki Gunung Salak.
Modal berburu memang bisa dikatakan murah, hanya mengandalkan dian (lampu suluh) dan bakul yang ada tutupnya. Tetapi risiko berhadapan dengan binatang berbisa seperti ular dan kalajengking, serta tertusuk duri tanaman bersemak, jarang dipikirkan orang lain. “Mencarinya kan harus malam, dingin sekali, dan harus pakai tangan,” kata Ibrahim.
Selain itu, tidak semua belalang kerek yang sudah ditangkapnya langsung laku. Jika belum laku, mau tidak mau Ibrahim harus menyediakan pakan seperti kacang panjang dan buncis, dan itu juga membutuhkan uang.
Jadi, bagi kicaumania yang memiliki belalang kerek di rumah, juga perlu menyediakan pakan berupa kacang panjang dan buncis. Pakan lain yang bisa diberikan antara lain pucuk nenas dan ketimun.
Setiap malam, belalang kerek harus ditempelkan di dekat sangkar burung yang mau dimaster, sampai burung bisa menghasilkan tembakan-tembakan seperti suara belalang tersebut. Biasanya, belalang kerek hanya mampu bertahan selama 3-4 bulan. Setelah itu mati.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: