Sunday, September 4, 2016

cara merawat crukcukan agar cepat garuda 10 hari

perawatan burung crukcukan atau yang biasa orang sunda sebut dengan JOG-JOG adalah salah satu jenis burung kicauan yang sampai 2016 ini masih kita jumpai di alam ataupun di pasar burung dengan harga yang relatif murah antara 10-15 ribu rupiah untuk burung bahan nya dan 50-200 ribu rupiah untuk yang supah jadi atau ropel.



Trucukan termasuk salah satu jenis burung yang mudah jinak atau mudah beradaptasi dengan kehidupan dan lingkungan manusia. Hal ini karena di alam liar, burung ini memiliki habitat di dekat permukiman penduduk, seperti tanah lapang, perkebunan, bahkan di taman-taman kota.

 baca juga : tips-rahasia-agar-crukcukan-ropel.html

hal yang membuat orang sangat menyukai burung ini adalah ciri khas dari burung crukcukan untuk meropel atau garuda. apa itu ropel dan garuda ? ropel adalah suatu suara tembakan suara nada burung sementara garuda adalah kicauan burung sambil mengangkat sayap seperti burung garuda.
namun tidak mudah untuk membuat burung crukcukan dari bahan agar mau gacor dan garuda sesuka hati kita.

video crukcukan gila tidur sambil ropel klik disini

Sarang trucukan

Sarang mereka kerap ditemukan di beberapa pohon favoritnya, seperti tanaman bambu, kembang sepatu, palem kuning, kaliandra,  pohon jengkol, pohon kenari, dan sebagainya.

Ketinggian sarang yang dibangunnya bervariasi, tergantung jenis tanaman yang digunakannya sebagai tempat bersarang. Yang paling rendah adalah sarang yang dibangun pada tanaman bambu, yang tingginya kurang dari 1 meter dari permukaan tanah.

Wilayah persebaran burung trucukan cukup luas, bahkan spesies ini bisa dijumpai di semua negara Asia Tenggara. Ada 6 supspesies atau ras trucukan, yaitu  :

  1.     Pycnonotus goiavier analis : tersebar di Semenanjung Malaysia, Sumatera (termasuk Kepulauan Riau, Lingga, Bangka, dan Belitung), Jawa (termasuk Pulau Kangean), Bali, Lombok, dan Sumbawa.
  2.     Pycnonotus goiavier goiavier : merupakan burung endemik di Filipina, dan bisa dijumpai mulai dari Luzon, Polillo, Mindoro, Panay, Guimara, Negros, hingga Masbate.
  3.     Pycnonotus goiavier gourdini : tersebar di Kalimantan (termasuk Pulau Maratua) dan Kepulauan Karimunjawa (Kabupaten Jepara, Jawa Tengah).
  4.     Pycnonotus goiavier jambu : tersebar di Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam.
  5.     Pycnonotus goiavier samarensis : burung endemik di Filipina (Ticao, Samar, Biliran, Buad, Cebu, Olango, Camotes, Leyte, Bohol).
  6.     Pycnonotus goiavier suluensis : tersebar di Filipina (dari Dinagat, Nipa sampai Mindanao), Basilan, dan Kepulauan Sulu.

Cara Perawatan Crucukan

Banyak kicaumania yang lebih menyukai membeli trucukan bakalan atau muda hutan (MH), yang kondisinya masih liar / giras. Untuk memudahkan perawatan, sebaiknya burung dijinakkan terlebih dulu. Bagaimana cara menjinakkan burung yang tepat, silakan buka kembali arsipnya di sini.

Setelah burung dalam kondisi jinak (minimal semi jinak / jinak-jinak lalat), perawatan hariannya menjadi lebih mudah.


  • pagi jam 5-6 di embun kan
  • jam 7 pagi di mandikan dan diberi pisang serta ef (extra fooding)
  • sore dimaster
  • mandi malam jam


Sebagaimana dua kerabat dekatnya, cucakrowo dan kutilang, trucukan juga termasuk burung pemakan buah-buahan. Tetapi burung ini juga doyan aneka serangga, termasuk ulat, bahkan senang pula memakan bunga-bunga yang sedang mekar.

Dalam perawatan harian, Anda bisa memberikan buah-buahan seperti pepaya, pisang, dan buah lain (misalnya belimbing wuluh, buah naga, dan sebagainya). Silakan cari setelan buah yang paling cocok dan dapat membuat trucukan Anda gacor, karena setiap individu trucukan terkadang memiliki selera yang berbeda-beda.


Suara Crukcukan Ropel

Yang paling diharapkan para penggemar trucukan adalah bagaimana burung menjadi rajin bunyi dan mampu mengeluarkan suara ropel. Trucukan dewasa memiliki beberapa tipe suara, antara ngebren dan ropel. Berikut ini perbedaan suara trucukan ngebren dan ropel.
Untuk perawatan agar trucukan lebih rajin berbunyi, khususnya dengan suara ropel, Anda bisa menggunakan beberapa metode. Salah satunya adalah pemberian pakan racikan yang kaya nutrisi, serta pemberian vitamin dan suplemen khusus yang bisa mengatur metabolisme dan hormon dari burung tersebut.

Untuk burung dewasa, hal tersebut tentu menjadi lebih mudah dalam membuatnya lebih rajin berkicau, serta mengeluarkan suara ropel daripada burung muda yang rata-rata masih belajar berkicau (ngeriwik).

Cara-cara yang biasa digunakan untuk membuat trucukan lebih rajin berbunyi adalah memberikan parutan buah apel Dalam hal ini, buah apel dipotong, lalu bagian kulit dan bijinya dibuang. Daging buah kemudian diparut dan diperas.

Hasil parutan yang sudah berkurang kadar airnya bisa dicampur dengan kroto bersih dan segra (bersihkan dulu kroto dari sisa-sisa semutn). Campuran ini diaduk hingga merata,lalu diberikan kepada trucukan.

TENTANG TRUCUKAN YANG NGGARUDA

Trucukan yang mengembangkan kedua sayapnya dikenal dengan istilah nggaruda. Istilah ini diambil dari kata garuda (elang jawa), yang sering mengembangkan kedua sayapnya seperti itu. Sebenarnya sikap dan karakter nggaruda pada trucukan merupakan cara mengekspresikan diri, atau unjuk kebolehan, dalam rangka menjaga teritorialnya.

Di alam liar, burung trucukan jantan akan menunjukkan wilayah kekuasaannya dengan cara mengembangkan kedua sayapnya. Terkadang gaya itu dilakukannya sambil berbunyi. Hampir semua jenis trucukan yang punya mental  baik dan berusia dewasa akan memiliki gaya nggaruda.
Trucukan garuda

Gaya nggaruda pada burung trucukan.



Jika menginginkan trucukan Anda bisa nggaruda, latihlah mentalnya agar memiliki sifat teritorial terhadap lingkungan sangkarnya. Misalnya, sering-seringlah menempelkan sangkar yang berisi burung lain ke sangkar trucukan selama beberapa menit, kemudian jauhkan lagi beberapa menit, lalu ditempelkan lagi. Lakukan hal ini secara rutin, setiap hari, meski durasinya cukup beberapa menit saja.

Metode lain yang bisa dilakukan adalah metelakkan sangkar trucukan di bawah. Taburkan pakan kenari (bisa juga beras) di sekililing sangkar, dan lepaskan beberapa ekor burung gereja yang sudah jinak. Burung gereja ini akan mendekati daerah di sekililing sangkar trucukan, untuk mengambil pakan kenari. Jika trucukan memiliki mental yang bagus, dia akan mengeluarkan gaya garudanya untuk menghalau burung-burung gereja tersebut.

Jika Anda tak memiliki burung gereja yang jinak, bisa juga meletakkan beberapa sangkar burung gereja dan di dekatkan di sangkar trucukan. Pakan kenari ditebar di luar sangkar burung gereja, sehingga burung ini akan selalu mengeluarkan suaranya dan posisinya mengarah ke posisi sangkar trucukan.

Metode ini membutuhkan waktu yang relatif cepat jika trucukan sudah dewasa. Sebab, seperti dijelaskan di atas, nggaruda sebenarnya merupakan karakter asli burung trucukan di alam liar. Hanya saja, selama dalam pemeliharaan di dalam sangkar, karakter ini jarang muncul karena tidak terlatih. Namun untuk burung muda atau bakalan, intensitas latihan harus dilakukan lebih rutin lagi, dan prosesnya membutuhkan waktu lebih lama.

Semoga bermanfaat.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: