Saturday, August 13, 2016

crukcukan atau jojog adalah salah satu burung kampung yang mempunyai kualitas saura yang merdu hampir sama dan setara dengan cucakrowo bahkan sering dijadikan bahan masteran agar cucakrowo yang mandeg jadi mau bunyi.selain crukcukan bisa ngeropel mirip dengan burung cucakrowo burung ini juga membaut hati siapa saja kagum karna ia mampu garuda atau mengepakan sayapnya sambil bersuara.




walaupun terlihat  mudah namun bukan berarti ketika anda beli langsung ngeropel bahkan garuda ada proses dan perawatannya terlebih dahulu karna bila tidak di rangsang dengan pola perawatan burung ini cenderung akan diam atau hanya berbunyi "jog-jog" kalu bagaiamana cara dan pola perawatannya ? mari kita simak dibawah ini.


Kroto
kroto sudah sejak jaman belanda dianggap sebagai multivitamin dan energi selain untuk tubuh manusia bahkan untuk hewan tidak luput pula dengan burung kicauan.maka dari itu cobalah lebih rajin memberikan kroto minimal seminggu sekali.namun hati - hati dengan kroto yang berformalin dan diberi pemutih.


Pemberian Jangkrik
pemberian jangkrik dianggap sangat tepat agar crukcukan mau bunyi,namun jangan lupa untuk mengbuang kaki kainya dulu ya, pemberian jangkrik biasanya cocok dengan set pagi 5 ekor sore  5 ekor.atau jika bisa berikan saja jangrik alam.

Voer
pemberian voer disarankan melihat dari kandungan vitamin dan mineral yang terdapat di dalam voer itu sendiri semakin banyak vitamin dan mineral semakin bagus.
memberikan voer lele setiap harinya Voer jenis ini memiliki kandungan protein cukup tinggi, karena memang dikhususkan untuk mempercepat pertumbuhan lele.

Pemberian voer lele untuk burung peliharaan sudah lama dikenal, bahkan banyak diterapkan pada burung kicauan seperti cendet dan jalak suren. Namun karena kandungan proteinnya cukup tinggi, ada baiknya voer lele diberikan beberapa hari sekali atau dijadikan sebagai bahan racikan


Ulat hongkong
Banyak para pecinta crukcukan yang gemar memberikan pakan ulat hongkong dalam jumlah yang lebih banyak daripada biasanya. Hal ini diyakini mereka bisa merangsang burung lebih rajin berbunyi dan mengeluarkan suara ropelannya sehari-hari.

Namun perlu diperhatikan, ulat hongkong memiliki lapisan kulit tebal yang disebut eksoskeleton. Lapisan kulit ini terkadang tidak bisa dicerna oleh organ pencernaan burung. Karena itu, sebelum diberikan kepada burung, pilihlah ulat hongkong yang sedang berganti kulit atau berwarna keputihan sehingga bisa dicerna burung.

Untuk mempercepat ulat hongkong berganti kulit, Adapun pakan alternatifnya adalah dengan memberikan ulat kandang sebanyak 1 sendok teh, atau 1 cepuk kecil, setiap pagi hari.

Melakukan pemasteran setiap hari
Selain melalui perawatan dan pemberian pakan, melatih trucukan supaya dapat lebih rajin dan panjang mengeluarkan suara ropelannya juga bisa dilakukan dengan pemasteran. baik dengan hp ataupun dengan crukcukan yang lain

Pemasteran trucukan bisa menggunakan rekaman suara burung trucukan lain yang sudah rajin mengeluarkan suara tembakan atau ropelannya.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: