Tuesday, August 9, 2016

burung cucak ijo atau burung cucak hijau merupakan burung yang semenjak tahun 1990 sampai 2016 saat ini masih menjadi burung abadi di perlombaan dan kontes burung cucak ijo, mengapa sangat digemari ? selain warnanya yang ternyata cukup memikat hati burung ini juga memiliki talenta suara yang sangat bagus,nyaring,serta volume tinggi.


   

burung cucak hijau atau dalam bahasa ilmiah nya disebut dengan Chloropsis sonnerati dan masih sekeluarga dengan Chloropseidae makanya jika dipasaran tidak heran banyak yang mirip dengan cucak hijau termasuk cucak hijau mini,cungkok pelangi,cucak cungkok,cucak rante,dan kerabat lainnya
burung cucak ijo biasa tinggal di hutan hujan tropis,hutan jati dan beberapa daratan rendah, tersebar hampir di seluruh pelosok indonesia,singapur,malaysia,dan brunei darussalam.

MAKANAN BURUNG CUCAK HIJAU 

burung cucak hijau biasanya di alam bebas memakan beberapa jenis serangga kecil seperti jangkrik hutan namun makanan utamanya adalah buah buahan,masyarakat pada umumnya selalu memberikan makanan berupa apel dan pisang kepok atau jenis pisang yang teksturnya lunak. masyarakat sering memberi pisang kepok karna pisang ini tidak mudah busuk
ditemui di alam bebas burung ini pun sering menkomsumsi cacing tanah seperti anis merah.

namun bagi anda yang ingin mencoba memliharanya cukup siapkan
  1. voer
  2. jangkrik
  3. pisang kepok/buah
  4. air minum
  5. kroto
CIRI BERDASAR DAERAH ASAL
Cica-daun adalah jenis burung Oriental (Asia) yang penyebarannya tidak melewati Kalimantan di sebelah timur. Beberapa jenisnya yang terdapat di Indonesia, selain cica-daun besar, adalah:
  • . Cica-daun kecil (C. cyanopogon); sangat mirip cica-daun besar, hanya ukurannya lebih kecil (17 cm) dan tidak punya bercak biru di bahu.
  •   Cica-daun sayap-biru (C. cochinchinensis); sayap dan ekor tersaput warna biru. 17 cm.
  •   Cica-daun dahi-emas (C. aurifrons); dahi kekuningan pada yang jantan. 19 cm.
  •   Cica-daun sumatra (C. venusta); paling kecil, 14 cm. Dahi dan sisi kepala biru terang (jantan), tenggorokan biru terang (betina).

Perbedaan Cucak Ijo Trotol Jantan dan Betina 







Burung Cucak hijau itu termasuk salah satu  burung dimorfik, yaitu terdapat perbedaan ciri fisik yang bisa diikenali antara burung jantan dewasa dan burung betina dewasa. Untuk burung jantan, cukup lihat  dagu dan tenggorokan bila berwarna hitam itu jantan, sedangkan betina tidak.
Sementara itu untuk cucak hijau yang masih muda/trotolan sekitar umur 2-4 bulan, bentuk fisik jantan dan betina nyaris sama, bulunya pun warnanya sama hijau muda. Dan juga ada warna kuning, di bawah paruh sampai leher.tidak ada ciri khusus namun jika melihat foto anda bisa memperhatikan lebih jelas
Namun bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menekuni cucak hijau akan sangat mudah melihat perbedaannya baik masih bakalan apalagi saat dewasa. Ada beberapa cara jitu untuk melihat perbedaan jantan dan betina. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli bakalan cucak hijau dipasar burung maupun di pengepul.
Pertama, bakalan jantan, jika masih berumur di bawah 4 bulan maka alis yang melingkar di kedua di matanya berwarna kuning. Jika alis matanya berwarna putih, betina.

Kedua, warna paruh bagian bawah, kalau jantan berwarna coklat tua. Sedangkan yang betina berwarna putih.

Ketiga, jika bakalan sudah berumur di atas 4-6 bulan, maka betina akan berwarna kuning di bagian leher, kemudian akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan jantan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol hitam. Pada dua bulan berikutnya, warna hitam itu akan tampak lebih jelas pada bagian leher/bawah paruh.
Seiring dengan bertambnya umur, warnua hitam di leher bawah, akan terus menutup sampai di bawah matanya.


Penanganan Cucak Hijau Yang Lemas Agar Gacor
  • Masukan tempat minuman yang berisi madu kedalam sangkar. Oleskan madu pada pisang yang akan diberikan pada burung dan berikan EF jangkrik 1 ekor pagi dan sore hari (*buang kepala jangkrik, kemudian masukan jahe seukuran voer kedalam tubuh jangkrik).

     
  • Sediakan jahe, kunyit, dan kencur *masing-masing cukup 1 ruas/buah. Kemudian semua bahan tersebut diparut dan diperas airnya. Air perasan tersebut anda campurkan kedalam tempat minum burung. (*jika burung tidak mau minum, ambil tempat makan, minum, dan pisang selama penjemuran. Setelah proses penjemuran selesai baru kemudian masukan tempat minum yang sudah dicampurkan air perasan tersebut, biasanya burung akan langsung meminumnya). Lakukan pemberian ramuan tradisional ini minimal 1 bulan sekali.
 Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung cucak hijau:
  1.     Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  2.     Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan voer, air minum dan buah segar.
  3.     Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  4.     Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  5.     Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  6.     Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat dimaster dengan suara master atau burung-burung Master.
  7.     Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  8.     Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  9.     Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

wajib
  1.     Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
  2.     Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum’at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
  3.     Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
  4.     Berikan multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
  5.     Berikan buah pisang yang yang telah diolesi madu setiap hari Sabtu.

bagaimana Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung cucak hijau ?
ini dia :

  •     H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
  •     H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
  •     1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
  •     Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.

Penting

  •     Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
  •     Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.


Penanganan apabila burung cuvak hijau overbirahi

  1.     Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
  2.     Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut
  3.     Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
  4.     Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
Penanganan apabila burung cuvcak hijau kondisinya drop

  1.     Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
  2.     Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
  3.     Mandi dibuat 2 hari sekali saja
  4.     Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung cucak hijau lain dahulu
  5.     Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari
PERAWATAN CUCAK HIJAU MABUNG

Untuk burung cucak hijau, sangat jarang terjadi mabung total dan biasanya hanya nyulam atau ganti bulu secara bergantian. Namun jika terjadi burung mengalami masa nyulam dengan banyak bulu yang berjatuhan, maka perlu dilakukan treatmen mabung. Apa itu?

Masa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.

Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung harus mengonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.

Faktor-faktor yang berpengaruh pada masa mabung tidak bisa sepenuhnya dipahami, karena sangat kompleks. Umur burung, musim saat mabung, cuaca harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.

Hal yang paling utama untuk diingat adalah bahwa pada saat burung mabung, Anda harus memberikan suplai pakan yang cukup sehingga mereka bisa mengembangkan bulu-bulu sesempurna mungkin.

Untuk menyediakan protein yang diperlukan untuk peningkatan produksi bulu, Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin. Protein seperti itu bisa ditemukan di dalam daging hewan. Daging dapat diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yang baik. Suplemen multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.

Ketika burung mabung, mereka juga sangat memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur

Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata  bahkan juga ada bulu yang tidak rontok

TRIMAKASIH SALAM KICAU MANIA 
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: