Tuesday, May 10, 2016

cikrak daun/tralis mozambiknya indonesia

kali ini saya mau berbicara sedikit tentang burung cikrak daun, cikrak daun atau dalam bahsa latinnya disebut sebagai Phylloscopus trivirgatus atau bahasa inggrisnya disebut mountain leaf-warbler.
jujur saja saya sangat cinta pada burung ini ,dlu saya pernah memelihara dengan harga 100 ribu dapet yang gacor, suara nya bener bener indah mirip mozabik dan blacktroat dicampur suara pleci dan suara glatik batu

buat kamu yang belum tau, cikrak daun dapat mengatasi pleci,anis,merah,aniskembang,dan burung burung yang mandek agar mau bunyi lagi.

tubuhnya hanya berukuran 11 cm saja atau kurang dari itu, memiliki garis di kepalanya dan paruh kecil.
kurang lebih sebesar pleci

Wilayah persebaran burung ini mencakup tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina, tergantung subspesiesnya. Secara keseluruhan ada 11 subspesies cikrak daun, yaitu :
  1. Phylloscopus trivirgatus trivirgatus (Strickland, 1849) : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Sumbawa.
  2. Phylloscopus trivirgatus parvirostris (Stresemann, 1912) : Semenanjung Malaysia (dari selatan Perak sampai Pahang).
  3. Phylloscopus trivirgatus kinabaluensis (Sharpe, 1901): Gunung Kinabalu (dan kemungkinan juga terdapat di daerah Pegunungan Muratus), Kalimantan bagian utara. Ciri: lebih abu-abu dan kurang kuning.
  4. Phylloscopus trivirgatus sarawacensis (Chasen, 1938) : Kalimantan bagian utara dan barat-laut (Pegunungan Trus Madi, Mulu dan Nyiut, Pegunungan Poi di Sarawak barat).
  5. Phylloscopus trivirgatus benguetensis (Ripley & Rabor, 1958) : Filipina utara (Luzon utara).
  6. Phylloscopus trivirgatus nigrorum (Moseley, 1891) : Filipina tengah dan tengah bagian utara (Luzon selatan, Mindoro, Panay, Negros).
  7.  Phylloscopus trivirgatus flavostriatus (Salomonsen, 1953) : Gunung Katanglad dan pegunungan di provinsi Misamis Oriental, di Mindanao tengah bagian utara, Filipina.
  8. Phylloscopus trivirgatus diuatae (Salomonsen, 1953) : Camiguin Sur dan Mindanao timur-laut (Gunung Hilong-Hilong), di Filipina selatan.
  9. Phylloscopus trivirgatus malindangensis (Mearns, 1909) : Semenanjung Zamboanga dan Gunung Malindang, di barat-laut Mindanao.
  10. Phylloscopus trivirgatus mindanensis (E. J. O. Hartert, 1903) : Mindanao selatan (Gunung Apo, Gunung Mayo), Filipina.
  11. Phylloscopus trivirgatus peterseni (Salomonsen, 1962) : Filipina barat (Palawan).
Membedakan burung jantan dan betina
Sexing pada burung cikrak daun memang tidak mudah, karena penampilan burung jantan sekilas hampir sama dengan burung betina. Tetapi ada beberapa tengara yang bisa membantu Anda saat melakukan sexing, terutama ketika berada di pasar burung, dan di sana tersedia beberapa ekor burung cikrak daun.


                                                (betina)

                                                  (jantan)


Postur tubuh dan kepala burung jantan biasanya lebih kecil daripada burung betina. Burung betina selain bertubuh lebih besar, dicirikan dengan lehernya yang pendek. Yang paling mencolok adalah, posisi burung betina saat berdiri terlihat seperti sedang jongkok, dengan menaikkan pantatnya.

  • intinya warna jantan lebih hijau
  • paruh bawah hitam
metode perawatan 

sekedar info Burung cikrak daun harus diberi makan yang mengandung banyak nutrisi agar burung tidak mudah lemas. Hal itu bisa diperoleh melalui pemberian pakan tambahan setiap hari seperti kroto, ulat kandang, jangkrik kecil atau serangga lainnya. Agar burung tetap fit, sehingga rajin berkicau,
Perawatan harian yang bisa Anda terapkan di rumah untuk perawatan burung ini adalah :
  • Pengembunan dimulai pada pagi hari. Biarkan burung dikeluarkan pagi-pagi hari sekali untuk menyongsong terbitnya matahari, karena matahari pagi sangat menyehatkan burung, dan juga baik untuk melatih mental burung.
  • Pakan utamanya adalah voer lembut atau halus. Jika Anda sudah percaya dengan merek voer tertentu, tetapi butirannya besar-besar, silakan dihaluskan dulu dengan menggunakan blender atau ditumbuk hingga halus.
  • Setiap pagi, burung diberi 1 sendok teh kroto.
  • Setelah dimandikan , burung diangin-anginkan dan diberikan extra fooding (EF) seperti jangkrik kecil atau ulat kandang secukupnya.
  • Penjemuran dilakukan selama 30 – 60 menit saja.
Apabila kebetulan Anda mendapatkan burung bakalan atau belum mengenal pakan kering seperti voer, maka proses perawatan harus diawali dengan melatih burung agar mau ngevoer.
namun apapun itu burung ini tidak akan pernah bertahan hidup lama dengan voer

Perhatian:
Burung kecil ini juga dikenal sangat lincah. Tidak sedikit penggemar burung yang mengeluh burungnya lepas saat mengganti pakan dan air minumnya. Jadi, mohon lebih waspada saat membuka pintu sangkar, jangan beri ulat hongkong berlebihan.


Yang terpenting dalam perawatan cikrak daun adalah kebutuhan nutrisi dari pakan utama maupun EF, termasuk vitamin,sering diabaikan sebagian penghobi Meski jumlah yang dibutuhkan sangat sedikit, tetapi kalau sampai kekurangan bisa berakibat fatal.

download suaranya klik disini



Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: