Saturday, May 7, 2016

BRANJANGAN BURUNG EKSOTIK ASLI INDONESIA


Ya pembahsan kali ini tentang branjangan, jenis branjgan banyak seklai ada branjagan ntb ,ntt,jawa,Sumatra,dll.
Tapi kali ini saya akan focus kepada perkenalan branjangan



Burung Branjangan (Mirafra javanica) yang kini makin susah ditemukan di alam liar, apalagi di Pulau Jawa, merupakan burung penyanyi yang lebih menyukai hidup di permukaan tanah seperti lapangan terbuka dan semak-semak. Kalau bertengger, dia lebih senang di atas batu daripada cabang pohon. Selain itu, branjangan memiliki gaya khas: berkicau sambil terbang vertikal (hovering). Branjangan merupakan buruung endemic Indonesia asli Indonesia (meski dijumpai pula di Australia), yang harus diselamatkan dari ancaman kepunahan. Penangkaran menjadi jawaban yang tepat, dan sobat-sobat kicaumania yang pernah memelihara branjangan juga menjadi orang yang tepat sebagai calon penangkar yang tepat


Dulu mah burung ini mudah ditemui dan hidup di wilayah pertanian khususnya di Jawa.tapi karna Maraknya penangkapan burung di alam liar, makin banyaknya lahan pertanian yang diikonversi ke lahan non-pertanian, serta penggunaan pestisida pada tanaman padi, membuat populasi branjangan makin menyusut.

Kalo tau, tingkat perkembangbiakan branjangan di alam liar terbilang cepat, melebihi sebagian besar spesies burung kicauan lainnya. Jika di suatu lokasi ada beberapa pasangan burung branjangan, dan tidak ada gangguan terutama dari manusia, pasti beberapa bulan kemudian terjadi lonjakan jumlah individu branjangan yang hidup di lokasi tersebut.

Diluar negri perburungan internasional, terutama china branjangan disebut sebagai bush lark, yang bisa diartikan sebagai burung kicauan yang hidupnya di semak-semak. Mereka juga berkembang biak di semak-semak tanaman, bahkan ada juga yang memanfaatkan lubang sampah sebagai sarang bertelur. Mungkin karena lokasi sarang umumnya di permukaan tanah, anakan branjangan yang belum bisa terbang begitu mudah diambil para pemikat burung.

Sekarang branjangan di alam liar Cuma bisa ditemukan di beberapa lokasi tertentu saja, terutama di wilayah pertanian dengan iklim tandus, dengan tanaman utamanya palawija dan tebu, serta di beberapa lokasi pinggiran pantai. Karena itu, penangkaran branjangan mesti digalakkan, agar anak cucu kita kelak masih bisa melihat burung ini, bukan malah melihat kerabat branjangan dari manca seperti burung sanma (skylark) dan pailing (mongolian lark).


Tantangan bagi penangkar / calon penangkar


ini faktor yang bikin gagal dalam menangkar branjangan antara lain burung ini rawan stres, apalagi jika kandang dan sarangnya sering dijamah atau terusik manusia. Kunci utamanya, berikan ketenangan dan kenyamanan kepada induk branjangan ketika sedang mengerami telur-telurnya. Jika induk merasa tidak nyaman, bisa-bisa telur dan sarangnya akan dirusak sendiri oleh indukan karena merasa terganggu.

Pemilihan calon induk branjangan

burung Branjangan yang paling diminati dan dicari kicaumania adalah yang memiliki kicauan yang keras, kepalanya berjambul dengan sayapnya yang ngeleper, apalagi kalau sudah sering melakukan hovering sambil berkicau. Branjangan termasuk burung cerdas, yang mampu menirukan suara burung lainnya seperti ciblek, cendet, lovebird, kacer, jangkrik, bahkan suara anak ayam, lantas dinyanyikannya secara bervariasi.


Sebelum mencari indukan yang berkualitas, Anda tentu harus bisa membedakan burung jantan dan betina. Tetapi sexing pada burung ini juga bukan pekerjaan mudah. Itu sebabnya, mengapa saya menyebut kicaumania yang pernah memelihara burung ini sebagai orang yang tepat untuk menangkar branjangan.

Bagi yang belum paham mengenai sexing branjangan, dan berminat menangkarkannya, ciri umum pada branjangan jantan adalah warna tubuhnya yang berwarna cokelat tajam, dengan bulu–bulu yang tebal, serta paruhberwarna hitam mengkilap. Jika bertemu burung sejenis, jambul di kepalanya akan ditegakkan sebagai pertanda ingin menjaga wilayah teritorinya.

Sedangkan branjangan betina memiliki warna bulu yang terlihat kusam. Burung betina juga memiliki jambul, tapi lebih pendek. Suaranya bisa juga keras, namun cenderung monoton dan terputus-putus.

Selain mengetahui jantan dan betina, yang paling penting adalah bisa membedakan apakah burung yang Anda cari benar-benar branjangan atau tidak. Sebab di beberapa pasar burung sering terjadi praktik penipuan, di mana beberapa jenis burung apung (keluarga Motacillidae) , terutama richard’s pipit, sering ditawarkan pedagang sebagai bakalan branjangan. Banyak sekali yang tertipu, karena sekilas penampilan burung ini mirip branjangan. Agar tak terkecoh, simak kembali panduan Om Kicau di sini.


Indukan bisa dipilih burung yang memiliki postur tubuh besar, sehat, dan tidak ada cacat fisik. Kalau memungkinkan, induk jantan dipilih yang sudah agak jinak, karena burung yang masih liar akan menyulitkan dalam penangkaran. Jadi, induk dibeli yang sudah dewasa. Lebih baik lagi membeli dari teman, atau dalam forum jual beli online di Om Kicau, yang cenderung tidak terlalu giras. Kalau ingin menangkar, dan menyiapkan indukan sejak masih bakalan, butuh waktu lama.

Sarana dan prasarana kandang

Meski teknis penangkaran branjangan tidak mudah, tetapi sarana dan prasarana yang perlu disediakan tidak serumit ketika Anda menangkarakan jenis burung kicauan yang lain, terutama murai batu dan kacer. Lahan yang digunakan tidak perlu terlalu luas, dan kontrol suhu maupun kelembaban pun belum perlu dilakukan.

Yang penting, lokasi penangkaran relatif tenang dan burung tidak terganggu oleh lalu-lalang manusia atau kehadiran binatang pengganggu seperti cicak, tokek, atau tikus. Kandang penangkarannya pun bisa dibuat dari kandang harian biasa (lihat ternak branjangan di sangkar gantung), atau kandang ternak yang dibuat dengan menggunakan jeruji kawat dengan rangka kayu sepertidilakukan beberapa penangkar branjangan yang sudah berhasil.


Bisa disatukan tanpa proses pengenalan

Tidak seperti burung kicauan lainnya yang membutuhkan proses perkenalan sebelum ditangkarkan, branjangan dewasa (umur 1 tahun atau lebih) bisa langsung dimasukkan dalam kandang penangkaran. Syaratnya, induk jantan dan betina dalam kondisi birahi yang tepat
Pasangan branjangan yang dalam kondisi birahi tepat ditandai dengan gaya ngeleper, yaitu membuka kedua sayapnya sambil digetar-getarkan terus. Gaya ngleper merupakan perilaku khas burung dari keluarga lark, termasuk sanma dan pailing, dan itu dimiliki burung jantan maupun burung betina.

Kalo udah cukup umur, dan birahi dalam kondisi tepat, maka begitu dimasukkan dalam satu kandang, biasanya mereka tak akan berkelahi. Burung jantan malah akan terlihat mbajul, atau menarik perhatian burung betina dengan memamerkan gaya ngleper sambil menaikkan jambul di atas kepalanya.

penting, branjangan yang selalu mengeleperkan sayapnya jika sedang bersuara tidak otomatis dalam kondisi birahi. Tanda-tanda burung jantan birahi (jika sendirian) biasanya akan mengeleperkan sayapnya sambil menggesekan badan ke batu. Jika burung jantan memutari batu tenggerannya sambil mengeleperkan sayapnya, berarti dalam kondisi over birahi.



Jangan terkecoh dengan branjangan yang berjambul pasti jantan. Sebab, burung branjangan betina pun memiliki jambul, meski terlihat lebih pendek. Volume suaranya pun bisa dikatakan cukup keras, meski lagunya monoton (kurang bervariasi) dan sering terputus-putus.
saat burung betina dalam kondisi birahi, ia akan lebih sering mengeleperkan sayapnya apabila mendengar suara atau melihat burung jantan.  Membedakan antara burung betina yang sudah birahi dan belum bisa dilihat dari reaksinya saat burung jantan menghampirinya.

Kalo kondisi birahinya belum siap, burung betina terlihat seperti ketakutan dan selalu menghindari burung jantan. Saat itulah sering terjadi kejar-kejaran di antara keduanya. Burung betina kemudian melakukan hovering, terbang naik-turun, dan burung jantan akan terus mengejarnya dengan terbang vertikal pula.

Karena itu, untuk menghindari hal demikian, pastikan kedua induk sudah benar-benar dewasa (1 tahun lebih), serta tingkatkan kondisi birahinya dengan BirdMature. Jika kedua syarat terpenuhi, masukkan saja keduanya ke dalam kandang penangkaran.

Proses perkawinan biasanya terjadi pada waktu siang hari, di mana burung jantan akan terlihat sering sekali menggetarkan kedua sayapnya, sambil bertengger di atas batu tenggeran yang disediakan di dalam kandang. Sedangkan burung betina berada di dasar kandang.

Selanjutnya Proses perjodohan bisa dikatakan berhasil, jika branjangan jantan terlihat sering membawa alang-alang kering untuk membuat sarangnya. Biarkan burung membuat sarangnya di lokasi yang dipilihnya sendiri, karena burung ini tidak membutuhkan kotak sarang.

Kalo  burung mulai membangun sarangnya dan mulai bertelur sebanyak 3-4 butir, maka inilah waktu krusial. Induk  akan bersifat sensitif terhadap berbagai jenis gangguan, baik dari manusia maupun binatang. Pastikan di dalam kandang, apalagi sarangnya terdapat kutu / tungau, yang membuat induk betina (juga induk jantan) stres.

Ketika telur-telur sudah menetas, induk branjangan membutuhkan banyak makanan.  Pada saat itulah porsi makanan sebaiknya dilebihkan dari biasanya. Berikan pula beberapa serangga hidup seperti jangkrik atau kroto dalam wadah terpisah, yang akan digunakan indukan untuk meloloh piyikan.



nah habis berusia 8-15 hari, anakan bisa dipisahkan dari induknya. Perawatan selanjutnya menjadi tugas Anda, atau perawat yang Anda percaya, karena pemberian makanan melalui hand feeding. Hal ini agar piyikan jika sudah dewasa akan menjadi burung yang jinak, sehingga proses pemasterannya lebih mudah, dan lebih cepat gacor.

cara pelolohan atau hand feeding anakan branjangan sama dengan metode yang digunakan dalam merawat anakan burung murai batu, kenari, maupun burung lainnya. Yang dibutuhkan adalah perhatian ekstra karena anakan ini umumnya akan selalu merasa lapar setiap 2- 3jam sekali.

Saat masiha anak, Anda bisa sekalian memberikan pemasteran, terutama pada waktu mereka beristirahat setelah kekenyangan. Setelah burung mulai bisa terbang dan makan sendiri, maka waktunya memindahkan mereka ke dalam sangkar harian masing-masing. Tetapi kalau mau dijual, ini juga saat yang tepat, meski ada juga yang menjualnya ketika burung hampir dewasa.


\


Previous Post
Next Post

post written by: